Pembuatan Kue Bangkit dalam Pemanfaatan Pati dan Tepung Sagu

Kue bangkit adalah kue tradisional khas Melayu yang banyak dijumpai di Semenanjung Malaysia dan beberapa daerah di Sumatera, terutama Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Sumatera Barat.

 

Kue ini menjadi sajian khas pada perayaan Hari Raya Idul Fitri dan juga populer di kalangan masyarakat Tionghoa yang menyajikannya saat perayaan Imlek.

 

Eco Sago, dalam artikel ini, akan membahas tentang cara membuat kue bangkit dari tepung sagu.

 

Pembuatan Kue Bangkit dalam Pemanfaatan Pati dan Tepung Sagu

Bahan utama kue bangkit meliputi tepung sagu, santan, dan garam sebagai pengikat, serta gula, baking powder, dan kuning telur sebagai pelembut. Biasanya, kue ini dibuat dari tepung tapioka atau pati sagu, dengan pati sagu yang lebih umum digunakan di wilayah Riau, karena daerah ini merupakan salah satu penghasil sagu terbesar di Indonesia.

 

Pemanfaatan sagu dalam produk lokal seperti kue bangkit membantu mengembangkan potensi sumber pangan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan lokal.

 

Menggunakan 100% pati sagu dalam pembuatan kue bangkit menghasilkan kue yang tinggi karbohidrat tetapi rendah protein, dengan tekstur yang rapuh.

 

Kandungan protein sagu hanya sekitar 0,70%, jauh di bawah standar mutu untuk kue kering menurut Standar Nasional Indonesia, yang memerlukan minimal 6% protein. Oleh karena itu, perlu penambahan bahan lain, seperti tepung sagu, untuk meningkatkan nilai gizinya. Tepung sagu mengandung protein sekitar 18,2%, karbohidrat 31,7%, serat kasar 20%, air 6,2%, abu 4,9%, dan lemak 12,2%.

 

Menambah tepung sagu dalam kue bangkit dapat memperbaiki teksturnya agar tidak mudah hancur dan memenuhi standar gizi.

 

Selain sebagai bahan dasar, tepung sagu juga dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk berbagai jenis makanan karena memiliki rasa gurih dan aroma khas serta kaya serat pangan. Sagu ini menyerupai tepung panir dan memiliki kandungan gizi yang bermanfaat untuk berbagai produk kuliner.

 

Keunikan Kue Bangkit Menggunakan Pati dan Tepung Sagu

Warna

Warna adalah atribut penting dalam menentukan kualitas kue bangkit, karena kesan pertama panelis terhadap produk pangan sering kali dipengaruhi oleh warnanya.

 

Penggunaan pati sagu dan tepung kelapa yang berbeda dapat memengaruhi warna kue bangkit, sebagaimana ditunjukkan dalam uji organoleptik deskriptif.

 

Rasa

Rasa manis yang dihasilkan dari penggunaan bahan tertentu dapat menentukan tingkat kesukaan terhadap kue bangkit. Analisis menunjukkan bahwa variasi dalam penggunaan pati sagu dan tepung kelapa berpengaruh signifikan pada rasa kue bangkit dalam uji sensori deskriptif.

 

Tekstur

Tekstur kue bangkit juga menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian kualitasnya. Penggunaan pati sagu dan tepung kelapa yang berbeda memberikan pengaruh signifikan terhadap tekstur, dengan rata-rata hasil yang diuji menunjukkan variasi tekstur di setiap perlakuan menurut uji lanjutan DNMRT.

 

Kue bangkit tidak hanya memiliki cita rasa dan tekstur yang khas, tetapi juga membawa nilai budaya dan manfaat ekonomi bagi daerah penghasilnya.

Itulah barangkali penjelasan mengenai cara membuat kue bangkit dari tepung sagu.

Eco sago adalah produsen tepung sagu terbesar di dunia dengan kualitas terbaik,
higienis dan teruji sertifikasi, Hadir untuk membuka peluang bisnis untuk anda.

CONTACT US

+62 896 8263 9377

Phone Number

Ecosagos@gmail.com

Email

Makam, Selatpanjang, Riau

Alamat Pabrik 1

Merindang, Selatpanjang, Riau

Alamat Pabrik 2

Alamat Pabrik 2

Ruko Galaxy Baloi Blok A Nomor 4, Batam, Kepri

Kantor

Sertifikasi