Mengenal Tipe Bibit dan Teknik Pengambilan Bibit dalam Budidaya Sagu

Sagu telah lama menjadi salah satu komoditas hasil hutan non-kayu yang bernilai ekonomi. Berdasarkan data statistik kehutanan, ekspor hasil hutan non-kayu menyumbang rata-rata 24% dari total devisa sektor kehutanan.

 

Di Indonesia, sagu diperkirakan berasal dari daerah Maluku dan Papua, yang memiliki hutan sagu dengan keragaman spesies, termasuk varietas berduri dan tidak berduri.

 

Papua memiliki potensi sagu yang besar dengan luas sekitar 980.000 hektar hutan sagu dan 14.000 hektar kebun sagu. Daerah penyebaran utama meliputi Salawati, Teminabuan, Bintuni, Mimika, Merauke, Wasior, Serui, Waropen, Mamberamo, Sarmi, hingga Sentani.

 

Pembudidayaan Sagu dalam Pemilihin Tipe Bibit dan Teknik Pengambilannya

Tipe Bibit

Pembibitan sagu umumnya dilakukan dengan dua metode, yakni generatif (dari biji) dan vegetatif (menggunakan tunas).

 

Masyarakat Papua lebih sering menggunakan metode vegetatif karena tunas lebih cepat tumbuh dibandingkan biji yang sulit tumbuh.

 

Di Kampung Sembaro, misalnya, tunas yang dipilih adalah tunas gantung atau menempel, yang tidak memerlukan keterampilan khusus dalam proses pengambilan dan penanaman.

Bibit diambil dari rumpun sagu produktif yang menghasilkan pati berkualitas tinggi, dengan hasil rata-rata 7–12 karung (15 kg per karung) per pohon.

 

Beberapa penelitian, seperti Kadiwaru (2004) dan Fahutan UNIPA (2014), juga menunjukkan bahwa metode vegetatif dengan tunas menjadi pilihan utama masyarakat Papua karena efisiensinya.

 

Pembibitan dengan biji generatif jarang dilakukan karena rentan terhadap hama dan penyakit serta tingkat keberhasilan tumbuhnya rendah.

 

Teknik Pengambilan Bibit

Proses pengambilan tunas dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan bibit tetap berkualitas. Masyarakat Kampung Sembaro memotong tunas tempel dari pangkal batang pohon induk dengan parang, setelah sebelumnya membersihkan pelepah dan duri.

Pemotongan dilakukan tegak lurus ke permukaan tanah dan diusahakan rata untuk mencegah kerusakan bibit.

 

Teknik ini sejalan dengan panduan Haryanto dan Pangloli (1992), yang merekomendasikan metode pemotongan tegak lurus untuk menjaga kualitas bibit.

Eco sago adalah produsen tepung sagu terbesar di dunia dengan kualitas terbaik,
higienis dan teruji sertifikasi, Hadir untuk membuka peluang bisnis untuk anda.

CONTACT US

+62 896 8263 9377

Phone Number

Ecosagos@gmail.com

Email

Makam, Selatpanjang, Riau

Alamat Pabrik 1

Merindang, Selatpanjang, Riau

Alamat Pabrik 2

Alamat Pabrik 2

Ruko Galaxy Baloi Blok A Nomor 4, Batam, Kepri

Kantor

Sertifikasi